Rabu, 28 September 2011

Alat Ukur Elektronika (Pengukuran dan Ralat)


ALAT UKUR ELEKTRONIK 
oleh Dosen-ku dikala menempuh kuliah Diploma 2008
Elektronika dan Instrumentasi UGM 
Drs. Masiran, M.Si.

1 : PENGUKURAN DAN RALAT
1.1 DEFINISI
Alat ukur (instrumen) didefinisikan sebagai sebuah alat yang digunakan untuk menentukan nilai suatu kuantitas atau variabel. Alat ukur elektronik didasarkan pada prinsip-prinsip listrik atau elektronika dalam pemakaiannya sebagai alat ukur elektronik. Sebuah alat ukur elektronik dapat berupa sebuah alat yang konstruksinya sederhana dan relatif tidak rumit seperti halnya sebuah alat ukur dasar untuk arus searah. Dengan berkembangnya teknologi, tuntutan kebutuhan alat ukur yang lebih terpercaya dan lebih teliti menghasilkan perkembangan baru dalam perencanaan dan pemakaian. Untuk menggunakan alat ukur secara cermat kita perlu memahami prinsip-prinsip kerjanya dan mampu memperkirakan apakah alat ukur tersebut sesuai untuk pemakaian yang yang telah direncanakan.
Dalam pengukuran digunakan sejumlah istilah yang disefinisikan sebagai berikut:
  • Alat ukur : sebuah alat untuk menentukan nilai suatu kuantitas atau variabel
  • Ketelitian (accuracy) : nilai terdekat dengan mana suatu pembacaan alat ukur mendekati nilai sesungguhnya dari variabel yang diukur. 
  • Ketepatan (precision) : suatu ukuran kemampuan unuk mendapatkan hasil pengukuran yang serupa.
  • Sensitivitas (sensitivity) : perbandingan antara sinyal keluaran atau respons alat ukur terhadap perubahan masukan atau variabel yang diukur.
  • Resolusi (resolution) : perubahan terkecil nilai yang diukur yang memberi respons pada alat ukur.
  • Kesalahan (error ) : penyimpangan variabal  yang diukur terhadap nilai sesungguhnya.
1.2 KETELITIAN DAN KETEPATAN.
Ketelitian menyatakan tingkat kesesuaian atau dekatnya suatu hasil pengukuran terhadap nilai sebenarnya. Ketepatan (presisi) menyatakan tingkat kesamaan didalam sekelompok pengukuran atau sejumlah alat ukur.
            Ketepatan terdiri dari 2 karakteristik yaitu kesesuaian (conformity) dan jumlah angka yang berarti (significant figures) terhadap mana suatu pengukuran dapat dilakukan. Contoh:
Resistor yang resistannya 138572 W setelah diukur dengan ohmmeter secara konsisten dan berulang menghasilkan 1,4 MW. Yang menjadi pertanyaan apakah si pengukur telah membaca nilai yang sebenarnya? Sebetulnya yang dilakukan adalah memperkirakan pembacaan skala yang menurut dia secara konsisten menghasilkan 1,4 MW. Dalam hal ini hasil yang diberikannya adala pembacaan yang lebih mendekati nilai yang sebenarnya berdasarkan penaksiran. Walaupun dalam pengamatan ini tidak terdapat penyimpangan, kesalahan yang diakibatkan oleh pembatasan terhadap pembacaan skala adalah suatu kesalahan presisi (precision).

1.3 ANGKA BERARTI
            Suatu indikasi bagi ketepatan pengukuran diperoleh dari banyaknya angka berarti (significant digit). Angka berarti memberikan informasi yang aktual mengenai besaran dan ketepatan pengukuran. Contoh: 68 menyatakan 2 angka berarti; 68,9 menyatakan 3 angka berarti; 68,92 menyatakan 4 angka berarti. Dalam perhitungan akhir jawaban dibulatkan menjadi 3 angka berarti.

1.4 JENIS KESALAHAN
            Tidak ada pengukuran yang menghasilkan ketelitian yang sempurna, tetapi yang penting mengetahui ketelitian yang sebenarnya dan bagaimana kesalahan yang berbeda digunakan dalam pengukuran. Langkah pertama yang diperlukan untuk menguranginya adalah mempelajari kesalahan tersebut.
            Kesalahan dapat terjadi karena berbagai sebab dan umumnya dibagi dalam 3 jenis:
- Kesalahan umum (gross-errors) : kebanyakan disebabkana oleh kesalahan manusia, diantaranya adalah kesalahan pembacaan alat ukur, penyetelan yang tidak tepat dan pemakaian alat ukur yang tidak sesuai, dan kesalahan penaksiran.
- Kesalahan sistematis (systematic errors) : disebabkan oleh kekurangan dalam alat ukur sendiri, seperti kerusakan atau adanya bagian yang aus dan pengaruh lingkungan terhadap peralatan atau pemakai.
- Kesalahan yang tidak disengaja (random errors) diakibatkan oleh penyebab yang tidak dapat langsung diketahui sebab perubahan parameter atau sistem pengukuran terjadi secara acak.

1.4.1  Kesalahan umum
            Kelompok kesalahan ini terutama disebabkan oleh kekeliruan manusia dalam melakukan pembacaan atau pemakaian alat ukur dan dalam pencatatan serta penaksiran hasil pengukuran. Selama manusia terlibat dalam pengukuran, kesalahan jenis ini tidak dapat dihindari, namun usaha untuk mencegah dan memperbaikinya perlu dilakukan.

1.4.2  Kesalahan sistematis
            Jenis kesalahan ini dibagi dalam 2 bagian:
-          Kesalahan instrumental, yakni kekurangan-kekurangan dari alat ukur itu sendiri,
-          Keslahan lingkungan, yakni yang disebabkan oleh keadaan luar yang mempengaruhi pengukuran.  
Kesalahan instrumental merupakan kesalahan yang tidak dapat dihindarkan dari alat ukur karena struktur mekanisnya. Kesalahan instrumental dapat dihindari dengan cara:
-          pemilihan alat ukur yang tepat untuk pemakaian tertentu
-          menggunakan faktor-faktor koreksi  setelah mengetahui banyaknya kesalahan instrumental
-          mengalibrasi alat ukur terhadap alat ukur standar.
Kesalahan karena lingkungan disebabkan oleh keadaan luar yang mempengaruhi alat ukur termasuk keadaan-keadaan di sekitarnya, seperti perubahan suhu, kelembaban, tekanan udara luar, medan elektro magnet, medan listrik, dll.
 
1.4.3  Kesalahan acak
            Kesalahan ini diakibatkan oleh penyebab yang tidak diketahui dan terjadi walaupun semua kesalahan sistematis telah diperhitungkan. Untuk memperkecil kesalahan acak adalah dengan menambah jumlah pembacaan dan menggunakan cara-cara statistik untuk mendapatkan pendekatan paling baik terhadap nilai sebenarnya.

1.5    ANALISIS STATISTIK
            Analisis statistik terhadap data pengukuran adalah pekerjaan yang biasa sebab dia memungkinkan penentuan ketidakpastian hasil pengujian akhir secara analitis. Hasil dari suatu pengukuran dengan metoda tertentu dapat diramalkan berdasar data contoh (sample data) tanpa memiliki informasi yang lengkap mengenai semua factor gangguan. Agar cara-cara statistik dan keterangan yang diberikan bermanfaat biasanya diperlukan sejumlah pengukuran yang banyak. Juga dalam hal ini kesalahan sistematis harus kecil dibandingkan terhadap kesalahan acak, sebab pengerjaan data secara statistik tidak dapat menghilangkan suatu prasangka tertentu yang selalu terdapat dalam semua pengukuran.
            Bentuk laporan hasil pengukuran dinyatakan sebagai:
                        x = x + D x                                                                                                (1-1)
dengan  x = nilai besaran yang diukur
             x = nilai terbaik
         D x = ketidaktepatan nilai terbaik
            Untuk mendapatkan nilai terbaik maupun ketidaktepatan nilai terbaik harus tahu sejarah mendapatkan data hasil ukur. Sejarah mendapatkan data dapat dikelompokkan menjadi 4:
-          pengukuran langsung satu kali
-          pengukuran langsung berulang kali
-          pengukuran taklangsung satu kali
-          pengukuran taklangsung berulang kali

1.5.1  Pengukuran langsung satu kali
            Nilai terbaik = nilai baca
            Ketidaktepatan nilai terbaik = setengah skala terkecil alat ukurnya
      
1.5.2  Pengukuran langsung berulang kali
            Nilai terbaik = nilai rata-rata
            Ketidaktepatan nilai terbaik = deviasi standar nilai rata-rata
Nilai rata-rata diperoleh dari jumlah semua data dibagi dengan banyak data.
Nilai rata-rata diberikan oleh persamaan:
             
x1 + x2 + x3 + … xn             S  xi  
                 n                    =     n
                                                  
dengan         x = nilai rata-rata
x1 , x2 ,  x3 ,  xn  = nilai pembacaan yang dilakukan
                   n  = jumlah pembacaan
                      D x =

Catatan:
-          Ketidaktepatan dilaporkan dalam satu angka berarti dengan mengikuti aturan pembulatan.
-          Nilai tebaik menyesuaikan dengan ketidaktepatannya

Selasa, 27 September 2011

Bahasa Assembly dan Debug

BAHASA ASSEMBLY
            Bahasa assembly merupakan bahasa aras bawah, dimana merupakan bahasa mesin, sangat banyak keuntungan yang kita dapatkan dari belajar bahasa ini, diantaranya kita bisa belajar untuk mengakses hardware secara langsung,disamping ukuran file hasil kompilasi juga kecil.
            Hingga saat ini mempelajari bahasa assembly merupakan tantangan tersendiri bagi penggemar bahasa pemrograman komputer. Hal ini karena bahasa assembly merupakan bahasa pemrograman arus bawah, yaitu sangat dekat dengan bahasa mesin sendiri.
            Bahasa rakitan atau apabila dalam : bahasa Inggris assembly language adalah bahasa pemrograman komputer tingkat rendah. Bahasa rakitan merupakan notasi untuk bahasa mesin yang dapat dibaca oleh manusia dan berbeda-beda tergantung dari arsitektur komputer yang digunakan. Bahasa mesin adalah pola bit-bit (serangkaian nomor-nomor biner) tertentu yang merupakan kode operasi mesin. Bahasa mesin dibuat lebih mudah dibaca dan ditulis dengan cara mengganti pola bit-bit menjadi julukan-julukan yang disebut mnemonics.
Berbeda dengan bahasa pemrograman tingkat tinggi, bahasa rakitan biasanya memiliki hubungan 1-1 dengan instruksi bahasa mesin. Misalnya, tiap julukan (mnemonic) yang ditulis di program dengan bahasa rakitan akan diterjemahkan menjadi tepat satu kode operasi yang dapat dimengerti langsung oleh komputer. Pada bahasa tingkat tinggi, satu perintah dapat diterjemahkan menjadi beberapa kode operasi dalam bahasa mesin. Proses pengubahan bahasa rakitan ke bahasa mesin dilakukan oleh assembler, dan proses balikannya dilakukan oleh disassembler.
            Setiap arsitektur komputer memiliki bahasa mesin yang berbeda-beda sehingga bahasa rakitannya pun berbeda-beda. Berikut ini merupakan contoh bahasa rakitan:
 mov  al, 0x61
yang berarti pindahkan (mov = move) nilai heksadesimal 61 (= 97 dalam desimal) ke register prosesor bernama "al". Adalah lebih mudah mengingat ini dari bahasa mesin:10110000 01100001
DEBUG
            Arti istilah Debug dianggap berkaitan erat dengan pengertian berikut, yaitu melacak, merunut program. Tujuannya adalah untuk mencari kesalahan dari suatu program.Debug, secara definisi adalah menghilangkan "bug" yang ada dalam program."Bug" disini berarti ketidaksempurnaan program yang tidak terdeteksi sebelumnya.Biasanya bug bukanlah kesalahan yang fatal, namun bisa mengganggu karena sistem menjadi kurang sempurna.
            Selain itu, pengertian dari debugger adalah pelacak, perunut jalannya program. Sedangkan istilah debugging berkaitan erat dengan pengertian berikut, yaitu proses pencarian dan pembetulan kesalahan penulisan program, sehingga program tersebut dapat kembali dijalankan seperti yang diharapkan.
            Debug adalah program sistem yang digunakan dalam pemrograman untuk melacak suatu kejadian-kejadian dari hal-hal yang tidak diinginkan, seperti kesalahan logika, alur, dan lain-lainnya. Istilah ini berasal dari kata bug dan dikenalkan oleh Grace Hopper.
            Debug berarti mendeteksi, menempatkan, dan memindahkan semua kesalahan pada sebuah program komputer. Kesalahan bisa berupa kesalahan sintaks atau logika. Kesalah sintaks disebabkan oleh kesalahan tipografi dan penggunaan bahasa pemograman yang tidak benar. Kesalahan logika disebabkan penggunaan struktur kontrol  yang salah. Program yang disebut diagnostic,dapat digunakan untuk memeriksa sintaks program dan menampilkan pesan kesalhn sintaks. program diagnostic selanjutnya mebantu mengidentifikasi dan memechakan masalah.

Minggu, 25 September 2011

Sakaratul Maut!!!!!

Datangnya Kematian Menurut Al Qur’an :

1. Kematian bersifat memaksa dan siap menghampiri manusia walaupun kita berusaha menghindarkan resiko-resiko kematian.
Katakanlah: "Sekiranya kamu berada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu ke luar (juga) ke tempat mereka terbunuh". Dan Allah (berbuat demikian) untuk menguji apa yang ada dalam dadamu dan untuk membersihkan apa yang ada dalam hatimu. Allah Maha Mengetahui isi hati. (QS Ali Imran, 3:154)

2. Kematian akan mengejar siapapun meskipun ia berlindung di balik benteng yang kokoh atau berlindung di balik teknologi kedokteran yang canggih serta ratusan dokter terbaik yang ada di muka bumi ini.
Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendati pun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh, dan jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan: "Ini adalah dari sisi Allah", dan kalau mereka ditimpa sesuatu bencana mereka mengatakan: "Ini (datangnya) dari sisi kamu (Muhammad)". Katakanlah: "Semuanya (datang) dari sisi Allah". Maka mengapa orang-orang itu (orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan sedikit pun? (QS An-Nisa 4:78)

3. Kematian akan mengejar siapapun walaupun ia lari menghindar.
Katakanlah: "Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan". (QS al-Jumu’ah, 62:8)

4. Kematian datang secara tiba-tiba.
Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (QS, Luqman 31:34)

5. Kematian telah ditentukan waktunya, tidak dapat ditunda atau dipercepat
Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS, Al-Munafiqun, 63:11)


Dahsyatnya Rasa Sakit Saat Sakaratul Maut

Sabda Rasulullah SAW : “Sakaratul maut itu sakitnya sama dengan tusukan tiga ratus pedang” (HR Tirmidzi)
Sabda Rasulullah SAW : “Kematian yang paling ringan ibarat sebatang pohon penuh duri yang menancap di selembar kain sutera. Apakah batang pohon duri itu dapat diambil tanpa membawa serta bagian kain sutera yang tersobek ?” (HR Bukhari)

Atsar (pendapat) para sahabat Rasulullah SAW .
Ka’b al-Ahbar berpendapat : “Sakaratul maut ibarat sebatang pohon berduri yang dimasukkan kedalam perut seseorang. Lalu, seorang lelaki menariknya dengan sekuat-kuatnya sehingga ranting itupun membawa semua bagian tubuh yang menyangkut padanya dan meninggalkan yang tersisa”.

Imam Ghozali berpendapat : “Rasa sakit yang dirasakan selama sakaratul maut menghujam jiwa dan menyebar ke seluruh anggota tubuh sehingga bagian orang yang sedang sekarat merasakan dirinya ditarik-tarik dan dicerabut dari setiap urat nadi, urat syaraf, persendian, dari setiap akar rambut dan kulit kepala hingga kaki”.

Imam Ghozali juga mengutip suatu riwayat ketika sekelompok Bani Israil yang sedang melewati sebuah pekuburan berdoa pada Allah SWT agar Ia menghidupkan satu mayat dari pekuburan itu sehingga mereka bisa mengetahui gambaran sakaratul maut. Dengan izin Allah melalui suatu cara tiba-tiba mereka dihadapkan pada seorang pria yang muncul dari salah satu kuburan. “Wahai manusia !”, kata pria tersebut. “Apa yang kalian kehendaki dariku? Limapuluh tahun yang lalu aku mengalami kematian, namun hingga kini rasa perih bekas sakaratul maut itu belum juga hilang dariku.”

Proses sakaratul maut bisa memakan waktu yang berbeda untuk setiap orang, dan tidak dapat dihitung dalam ukuran detik seperti hitungan waktu dunia ketika kita menyaksikan detik-detik terakhir kematian seseorang. Mustafa Kemal Attaturk, bapak modernisasi (sekularisasi) Turki, yang mengganti Turki dari negara bersyariat Islam menjadi negara sekular, dikabarkan mengalami proses sakaratul maut selama 6 bulan (walau tampak dunianya hanya beberapa detik), seperti dilaporkan oleh salah satu keturunannya melalui sebuah mimpi.

Rasa sakit sakaratul maut dialami setiap manusia, dengan berbagai macam tingkat rasa sakit, ini tidak terkait dengan tingkat keimanan atau kezhaliman seseorang selama ia hidup. Sebuah riwayat bahkan mengatakan bahwa rasa sakit sakaratul maut merupakan suatu proses pengurangan kadar siksaan akhirat kita kelak. Demikianlah rencana Allah. Wallahu a’lam bis shawab.


Sakaratul Maut Orang-orang Zhalim

Imam Ghozali mengutip sebuah riwayat yang menceritakan tentang keinginan Ibrahim as untuk melihat wajah Malaikatul Maut ketika mencabut nyawa orang zhalim. Allah SWT pun memperlihatkan gambaran perupaan Malaikatul Maut sebagai seorang pria besar berkulit legam, rambut berdiri, berbau busuk, memiliki dua mata, satu didepan satu dibelakang, mengenakan pakaian serba hitam, sangat menakutkan, dari mulutnya keluar jilatan api, ketika melihatnya Ibrahim as pun pingsan tak sadarkan diri. Setelah sadar Ibrahim as pun berkata bahwa dengan memandang wajah Malaikatul Maut rasanya sudah cukup bagi seorang pelaku kejahatan untuk menerima ganjaran hukuman kejahatannya, padahal hukuman akhirat Allah jauh lebih dahsyat dari itu.

Kisah ini menggambarkan bahwa melihat wajah Malakatul Maut saja sudah menakutkan apalagi ketika sang Malaikat mulai menyentuh tubuh kita, menarik paksa roh dari tubuh kita, kemudian mulai menghentak-hentak tubuh kita agar roh (yang masih cinta dunia dan enggan meninggalkan dunia) lepas dari tubuh kita ibarat melepas akar serabut-serabut baja yang tertanam sangat dalam di tanah yang terbuat dari timah keras.

Itulah wajah Malaikatul Maut yang akan mendatangi kita kelak dan memisahkan roh dari tubuh kita. Itulah wajah yang seandainya kita melihatnya dalam mimpi sekalipun maka kita tidak akan pernah lagi bisa tertawa dan merasakan kegembiraan sepanjang sisa hidup kita.

Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zalim (berada) dalam tekanan-tekanan sakratulmaut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya, (sambil berkata): "Keluarkanlah nyawamu". Di hari ini kamu dibalas dengan siksaan yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya. (QS Al-An’am 6:93)
(Yaitu) orang-orang yang dimatikan oleh para malaikat dalam keadaan berbuat lalim kepada diri mereka sendiri, lalu mereka menyerah diri (sambil berkata); "Kami sekali-kali tidak mengerjakan sesuatu kejahatan pun". (Malaikat menjawab): "Ada, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang telah kamu kerjakan". Maka masukilah pintu-pintu neraka Jahanam, kamu kekal di dalamnya. Maka amat buruklah tempat orang-orang yang menyombongkan diri itu. (QS, An-Nahl, 16 : 28-29)

Di akhir sakaratul maut, seorang manusia akan diperlihatkan padanya wajah dua Malaikat Pencatat Amal. Kepada orang zhalim, si malaikat akan berkata, “Semoga Allah tidak memberimu balasan yang baik, engkaulah yang membuat kami terpaksa hadir kami ke tengah-tengah perbuatan kejimu, dan membuat kami hadir menyaksikan perbuatan burukmu, memaksa kami mendengar ucapan-ucapan burukmu. Semoga Allah tidak memberimu balasan yang baik ! “ Ketika itulah orang yang sekarat itu menatap lesu ke arah kedua malaikat itu.

Ketika sakaratul maut hampir selesai, dimana tenaga mereka telah hilang dan roh mulai merayap keluar dari jasad mereka, maka tibalah saatnya Malaikatul Maut mengabarkan padanya rumahnya kelak di akhirat. Rasulullah SAW pernah bersabda, “Tak seorangpun diantara kalian yang akan meninggalkan dunia ini kecuali telah diberikan tempat kembalinya dan diperlihatkan padanya tempatnya di surga atau di neraka”.
Dan inilah ucapan malaikat ketika menunjukkan rumah akhirat seorang zhalim di neraka, “Wahai musuh Allah, itulah rumahmu kelak, bersiaplah engkau merasakan siksa neraka”. Naudzu bila min dzalik!


Sakaratul Maut Orang-orang Yang Bertaqwa

Sebaliknya Imam Ghozali mengatakan bahwa orang beriman akan melihat rupa Malaikatul Maut sebagai pemuda tampan, berpakaian indah dan menyebarkan wangi yang sangat harum.

Dan dikatakan kepada orang-orang yang bertakwa: "Apakah yang telah diturunkan oleh Tuhanmu?" Mereka menjawab: "(Allah telah menurunkan) kebaikan". Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini mendapat (pembalasan) yang baik. Dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik dan itulah sebaik-baik tempat bagi orang yang bertakwa, (yaitu) surga Adn yang mereka masuk ke dalamnya, mengalir di bawahnya sungai-sungai, di dalam surga itu mereka mendapat segala apa yang mereka kehendaki. Demikianlah Allah memberi balasan kepada orang-orang yang bertakwa. (yaitu) orang-orang yang diwafatkan dalam keadaan baik oleh para malaikat dengan mengatakan (kepada mereka): "Assalamu alaikum, masuklah kamu ke dalam surga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan". (QS, An-Nahl, 16 : 30-31-32)

Dan saat terakhir sakaratul mautnya, malaikatpun akan menunjukkan surga yang akan menjadi rumahnya kelak di akhirat, dan berkata padanya, “Bergembiaralah, wahai sahabat Allah, itulah rumahmu kelak, bergembiralah dalam masa-masa menunggumu”.

Wallahu a’lam bish-shawab.

Semoga kita yang masih hidup dapat selalu dikaruniai hidayah-Nya, berada dalam jalan yang benar, selalu istiqomah dalam keimanan, dan termasuk umat yang dimudahkan-Nya, selama hidup di dunia, di akhir hidup, ketika sakaratul maut, di alam barzakh, di Padang Mahsyar, di jembatan jembatan Sirath-al mustaqim, dan seterusnya.
Amin !

Kamis, 22 September 2011

TCP / IP


Pengenalan TCP/IP
oleh Jean Piere NS.

TCP/IP  merupakan protokol jaringan komputer terbuka dan bisa terhubung dengan berbagai jenis perangkat keras dan lunak. TCP terdiri beberapa layer atau lapisan yang memiliki fungsi tertentu dalam komunikasi data. Setiap fungsi dari layer selain dapat bekerjasama dengan layer pada tingkat lebih rendah atau lebih tinggi, juga bisa berkomunikasi dengan layer sejenis pada remote host (peering). IP adalah jantung TCP/IP memiki peran sebagai pembawa data yang independen. Semua dokumen TCP/IP dalam bentuk  public document IEN dan RFC. IP dibagi atas kelas network A,B, dan C. Sedangkan kelas D untuk keperluan reverse IP yang boleh diabaikan. IP ditulis dalam bilangan desimal dari 0 sampai 255. Data yang mengalir antar layer atau antar host dienkapsulasi dan diberi header agar tiap layer bisa memprosesnya. Sebuah host tidak tahu alamat IP gateway di network lain, tetapi data mengalir ke host tujuan di network lain melalui gateway networknya setelah diberi penentuan ruting alamat IP.

Pendahuluan
Adanya sistem komputer UNIX telah memberi manfaat kepada banyak orang seperti dari kalangan engineer, pendidik, ilmuwan, dan kalangan bisnis dan memberikan peluang karir kedua sebagai administrator sistem UNIX, dan jaringan komputer ini memberikan peluang adanya karir sebagai administrator jaringan.
Administrator jaringan komputer dan administrator sistem (server) adalah dua pekerjaan yang berbeda. Seorang administrator sistem bertugas melakukan pekerjaan seperti menambah user, mengerjakan backup file data, dan pekerjaan akuntingnya terbatas dalam satu jaringan komputer tersendiri. Sedangkan seorang administrator jaringan komputer (network administrator) melakukan pekerjaan yang berkaitan dengan banyak jaringan komputer server. Pekerjaan seorang administrator jaringan baik atau buruk akan dirasakan oleh banyak user dari jaringan jaringan komputer dibawahnya. Seorang administrator jaringan kompuer memberikan banyak manfaat kepada setiap orang didalam jaringan-jaringan komputer didalamnya.
TCP/IP adalah salah satu perangkat lunak jaringan komputer (networking software) yang terdapat dalam sistem UNIX, dan dipergunakan dalam banyak komunikasi data UNIX dalam local area network (LAN) maupun Internet.
TCP singkatan dari transfer control protocol dan IP singkatan dari Internet Protocol. TCP/IP menjadi satu nama karena fungsinya selalu bergandengan satu sama lain dalam komunikasi data. TCP/IP saat ini dipergunakan dalam banyak jaringan komputer lokal (LAN) yang terhubung ke Internet, karena memiliki sifat:

Merupakan protokol standar yang terbuka, gratis dan dikembangkan terpisah dari perangkat keras komputer tertentu. Karena itu protokol ini banyak didukung oleh vendor perangkat keras, sehingga TCP/IP merupakan pemersatu perangkat keras komputer yang beragam merk begitu juga sebagai pemersatu berbagai perangkat lunak yang beragam merk sehingga walau anda memakai perangkat keras dan perangkat lunak komputer yang berlainan dengan teman anda pada jaringan komputer berbeda, anda dan teman anda dapat bermkomunikasi data melalui Internet.
Berdiri sendiri dari perangkat keras jaringan apapun. Sifat ini memungkinkan TCP/IP bergabung dengan banyak jaringan komputer. TCP/IP bisa beroperasi melalui sebuah Ethernet, sebuah token ring, sebuah saluran dial-up, sebua X-25 dan secara vitrual melalui berbagai media fisik transmisi data.
Bisa dijadikan alamat umum sehingga tiap perangkat yang memakai TCP/IP akan memiliki sebuah alamat unik dalam sebuah jaringan komputer lokal, atau dalam jaringan kumputer global seperti Internet.
Protokol ini distandarisasi dengan skala tinggi secara konsisten, dan bisa memberikan servis kepada user-user di dunia.
Standar Protokol
Protokol merupakan karakter hukum formal. Dalam hubungan internasional, protokol mengurangi masalah yang disebabkan oleh adanya perbedaan kultur pada saat berbagai bangsa bekerja sama. Pada saat dilakukan persetujuan atas hukum hukum ini, semua pihak mengetahui dan hukum itu dibuat tidak atas dasar kepentingan sebuah bangsa saja. Protokol diplomatik mengurangi terjadinya kasus kesalahpahaman, setiap orang mengetahui bagaimana melakukannya dan bagaimana menterjemahkan protokol itu untuk berinteraksi dengan bangsa lain. Keadaan seperti ini diterapkan dalam komunikasi data jaringan komputer juga sehingga pada prakteknya diperlukan hukum komunikasi data yang dapat diterima oleh berbagai jenis komputer yang mempergunakan beragam sistem operasi maupun aplikasinya.
Dalam komunikasi data hukum untuk penyelenggaraan komunikasi data yang telah ditentukan disebut protokol (protocol). Dalam sebuah jaringan komputer yang homogen, biasanya pihak penjual (vendor) komputer akan menentukan satu jenis sistem operasinya dan satu jenis komputernya agar jaringan komputer itu bisa bekerja optimal. Tetapi pada jaringan komputer homogen ini sama halnya dengan sebuah bangsa yang hanya dihuni oleh bang itu sendiri didalamnya. TCP/IP sebagai sebuah protokol independen dan umum memungkinkan adanya komunikasi data antar jaringan komputer yang heterogen yang memakai beragam komputer dg arsitektur berbeda berikut sistem operasinya yang berbeda.
TCP/IP sebagai protokol terbuka (umum) memerlukan dokumen standar yang bisa dibaca oleh siapa saja. Semua protokol TCP/IP memiliki dokumen yang dibuat dalam tiga macam publikasi Standar Internet. Salah satunya diadopsi sebagai Military Standard (MIL.STD). Lainnya dipublikasikan dalam Interne Engineering Notes (IEN), saat ini publikasi dari IEN begitu banyak. Namun kebanyakan informasi protokol TCP/IP dipublikasikan dalam Request for Comments (RFC). RFC berisi versi terbaru dari semua spesifikasi standar protokol TCP/IP. RFC amat berguna bagi seorang administrator jaringan komputer dan berisi banyak panduan yang berguna. Isi lain RFC berupa informasi terminologi komunikasi data.

Model Komunikasi Data
Sebuah arsitektur model komunikasi data (disebut Open System Interconnect atau OSI Refference Model) telah dibuat oleh International Standards Organization (ISO) yang ditujukan untuk menemukan struktur dan fungsi ptotokol komunikasi data.

Model OSI berisi tujuh lapis (layer) yang menentukan fungsi protokol komunikasi data. Setiap lapis yang ada dalam model OSI memiliki fungsi dalam kominikasu data didalam jaringan komputer. Lapisan model protokol komunikasi data secara sederhana digambarkan berikut ini :

!     7. Lapisan aplikasi, terdiri dari program aplikasi yang memakai jaringan komputer

!     6. Lapisan presentasi, membuat data standar yang akan dipresentasikan ke program aplikasi

!     5. Lapisan sesi, mengatur sesi antara apalikasi

!     4. Lapisan pengiriman, melakukan deteksi eror dan koreksinya diantara dua komputer (end-to-end)

!     3. Lapisan jaringan (network layer), mengatur sambungan menyebrangi jaringan komputer bagi

!         lapisan atasnya

!     2. Lapisan sambungan data, membuat sambungan data yang baik melalui fisik jaringan komputer

!     1. Lapisan fisik, memberikan karakteristik fisik media jaringan komputer

Setiap protokol diatas berkomunikasi dengan peer-nya masing masing. Sebuah peer adalah merupakan sebuah kondisi dimana ada penerapan protokol yang sama diantara dua sistem. Misalnya local file transfer protocol adalah peer bagi file transfer protocol.
Komunikasi di tingkat peer ini perlu distandarisasi agar komunikasi bisa berjalan baik. Secara abstrak, setiap protokol hanya berkomunikasi dengan peer-nya, tidak perduli berada di lapisan atas atau bawahnya.
Namun perlu juga persetujuan (agreement) tentang bagaimana melalukan data diantara lapisan itu dalam sebuah sistem tunggal, sebab setiap lappisan berperan dalam pengiriman data dari aplikasi lokal ke apalikasi sejenis di dalam komputer yang jauh (remote application). Data yang akan dikirimkan dari lapisan aplikasi dibawa ke lapisan di bawahnya kemudian dibawa melalui kabel data dalam jaringan komputer. Disini data didorong melalui lapisan lapisan itu (stack) dari lapisan atas sampai lapisan bawah sehingga data selanjutnya terkirim oleh protokol lapisan fisik, ke komputer lain yang berjauhan melalui jaringan komputer. Dalam komputer yang jauh itu, data diterima oleh protokol lapisan fisik, kemudian didorong naik ke lapisan nomor 7 yaitu lapisan aplikasi. Barulah data yang diterima itu ditampilkan oleh program aplikasi, ke layar monitor dan bisa dilihat, dibaca atau didengarkan oleh user komputer itu.

Arsitektur Protokol TCP/IP
Karena belum ada standarisasi model OSI, maka TCP/IP yang berkembang kemudian adalah berupa protokol dengan tiga sampai lima lapis fungsi saja. Berikut contoh arsitektur protokol TCP/IP empat lapis :


!     4. Lapisan aplikasi, terdiri dari aplikasi dan proses yang memakai jaringan

!     3. Lapisan transportasi data host ke host, membuat servis pengiriman data antar komputer (end-to

!        end)

!     2. Lapisan Internet, menentukan datagram dan pengatur (handle) ruting data

!     1. Lapisan Akses Jaringan (network access layer), terdiri dari ruting untuk mengakses jaringan fisik

Seperti model OSI, pada proses pengiriman data, data dalam sebuah komputer akan didorong melalui lapisan-lapisan itu (stack) dari lapisan aplikasi sampai lapisan akses jaringan sehingga terkirim melalui sarana komunikasi data dan diterima oleh komputer yang jauh. Oleh komputer yang jauh, data diterima dan kemudian didorong dari lapisan akses jaringan ke lapisan aplikasi. Setelah diterima oleh lapisan aplikasi barulah data bisa ditampilkan di layar monitor untuk diakses oleh usernya.
Dalam setiap layer diatas, ditambahkan informasi kontrol untuk memastikan pengiriman/penerimaan data berjalan baik. Infomasi kontorl ini disebut sebuah header, sebab ini dtempatkan didepan data yang dikirimkan. Pada setiap lapisan itu, setiap header akan selalu ditempatkan dibagian depan data. Penambahan informasi terhadap data pada proses pengiriman/penerimaan data ini disebut encapsulasi (encapsulation).

Struktur data yang melalui lapisan protokol TCP/IP diatas bisa digambarkan dalam contoh ini :

Lapisan Aplikasi                     TCP [stream]                         UDP [message]

-----------------------------------------------!--------------------------------------!-------

                                                              v                                                  v

Lapisan Transpor                            [segment]                                 [packet]

-----------------------------------------------!--------------------------------------!-------

                                                              v                                                  v

Lapisan Internet                             [datagram]                                 [datagram]

-----------------------------------------------!--------------------------------------!-------

                                                              v                                                  v

Lapisan Akses Network                 [frame]                                        [frame]

Pada gambar ini aplikasi mempergunakan TCP adalah data stream, sedangkan aplikasi memakai UDP (Using Datagram Protocol) berupa data message. Pada lapisan transpor, TCP menyebut data sebagai segment. Sedangkan UDP menyebut data sebagai packet. Di lapisan Internet, semua data dilihat sebagai blok data yang disebut datagram. Kemudian pada lapisan akses jaringan setiap potongan data yang dikirim disebut frame.
TCP/IP memakai banyak cara ketika mengirimkan data ke tiap lapisan. Setiap cara juga akan memberikan nama data yang akan dikirim jadi berbeda. Banyak jaringan komputer yang mendasarkan pengiriman datanya kepada data sebagai packet atau frame. Dalam contoh diatas dipilih data yang dikirim adalah data frame.

Lapisan Akses Network
Lapisan ini merupakan lapisan terendah dalam protokol TCP/IP. Protokol dalam lapisan ini memungkin sistem untuk melakukan pengiriman/penerimaan (delivery) data ke atau dari perangkat lainnya yang tersambung ke jaringan komputer. Dengan adanya protokol dalam lapisan ini maka sebuah datagram IP bisa dikirimkan lewat jaringan komputer. Protokol di lapisan ini harus mengenali sekali jaringan komputernya (seperti struktur packet datanya, alamatnya dll) agar format data bisa terjaga dan disesuaikan dengan kondisi jaringan komputer. Lapisan Akses Network (netwok access layer) merupakan pengganti dari tiga lapisan dalam model OSI yaitu lapisan network, data link dan fisik.
Lapisan ini selalu dilupakan user. Desain TCP/IP menyembunyikan fungsi yang ada pada lapisan terbawah, dan protokol yang diketahui umumnya (IP, TCP, UDP dll) selalu berada pada level protokol yang lebih tinggi. Setiap ada produk perangkat jaringan yang baru dari pabrik, maka lapisan akses network (network access protokol) selalu diperbaharui / dikembangkan, sehingga jaringan komputer TCP/IP akan selalu memakai perangkat keras baru tersebut.
Pada lapisan akses network ini terjadi encapsulasi datagram IP menjadi sebuah frame yang akan dikirimkan ke jaringan komputer dan memetakan alamat IP ke alamat fisik yang dipakai dalam jaringan komputer.
Protokol pada lapisan akses network ini sudah didokumentasikan dalam RFC 826 ( Address Resolution Protocol/ARP) dan RFC 894 (A Standard for the Transmission of IP Datagram over Ethernet Network).
Dalam sistem operasi UNIX, protokol lapisan ini selalu dikombinasikan dengan perangkat lunak pengendali (driver) perangkat keras (device) dan program yang terkait. Modul yang mengidentifikasikan nama perangkat keras jaringan komputer biasanya diencapsulasi dan mengirimkan data ke jaringan, sedangkan program terpisah menjalankan fungsi fungsi seperti pemetaan alamat (mapping address).

Lapisan Internet
Lapisan ini berada diatas lapisan akses network dalam struktur hirarki protokol. Protokol Internet (dalam RFC 791) disebutkan sebagai jantung TCP/IP dan memiliki peran penting dalam lapisan Internet. IP membuat packet dasar untuk servis pengiriman data (delivery). Semua protokol pada lapisan diatas dan dibawah IP, memakai protokol Internet untuk pengiriman datanya. Semua data TCP/IP mengalir melalui IP, yang datang dan yang pergi, tergantung tujuannya masing masing.

Protokol Internet (Internet Protokol, IP)

IP adalah bangunan blok Internet. Fungsinya yaitu :

1. Menentukan datagram, yang merupakan unit dasar transmisi data di Internet
2. Menentukan skema pengalamatan Internet
3. Memindahkan data diantara lapisan akses network dan lapisan transpor host ke host.
4. Melalukan ruting datagram ke host jauh (remote host)
5. Membuat fragmentasi (pemecahan data menjadi serpihan data) dan menyatukan ulang
    datagram

Karakteristik IP :
Merupakan protokol yang tidak harus tersambung (connectionless protocol). Artinya IP tidak mengontrol pertukaran informasi (biasa disebut sebagai handshake) dalam menyelenggarakan sambungan antar komputer sebelum ada komunikasi data. Sebaliknya pada protokol yang berorientasi pada sambungan (connection oriented protocol) akan mengontrol informasi pertukaran data dengan sistem yang berjauhan (remote system) untuk memverifikasi apakah itu sudah siap menerima data sebelum data dikirim kepadanya. Pada saat sambungan terhubung dengan baik, sistem akan memberi kabar bahwa sambungan sudah terjadi.
IP tidak memberikan pengecekan eror dan perbaikan eror ke lapisan lainnya, karena itu IP juga disebut sebagai protokol yang tidak baik (unreliable protocol). Tapi bukan berarti IP tidak bisa merupakan protokol seperti itu. IP dapat menyelenggarakan pengiriman data dengan akurat ke dalam jaringan, tetapi IP tidak dapat memastikan apakah data itu sudah diterima dengan baik atau tidak. Untuk keperluan ini dilakukan oleh protokol pada lapisan lainnya.

Format Protokol Internet
Sebuah alamat IP berisi satu bagian network dan satu bagian host, tetapi formatnya tidak sama pada setiao alamat IP. Sejumlah bit alamat dipakai disini untuk mengidentifikasi network, dan angka dipakai untuk mengidentifikasi host, dan beragam kelas alamat IP. Ada tiga kelas utama alamat IP yaitu kelas A, B dan C.

Ketentuan kelas alamat IP :
Jika bit pertama dari sebuah alamat IP adalah angka 0, ini menunjukan network kelas A. Tujuh bit berikutnya menunjukan identitas network, dan 24 bit terakhir menunjukan identitas host. Ada 128 buah network kelas , tapi didalam setiap kelas A bisa terdapat jutaan host.
Jika bit pertama dari dua angka alamat IP adalah 10, ini menunjukan alamat IP network kelas B. Angka Bit pertama kelas, kemudian 24 bit berikutnya menunjukan identitas alamat network, dan 10 bit berikutnya untuk host. Ada ribuan angka network kelas B dan setiap kelas B dapat berisi ribuan host.
Jika bit pertama dari tiga bit alamat IP adalah 110, ini merupakan alamat IP kelas C. Tiga bit pertama berupa alamat kelas. 21 bit berikutnya sebagai alamat network, dan 8 bit selanjutnya merupakan identitas host. Ada jutaan network kelas C, dan didalam tiap kelas C ada 254 host.
Jika tiga bit pertama dari alamat IP adalah 111, ini merupakan alamat reserved khhusus. Disebut juga sebagai alamat kelas D, namun itu tidak mewakili network tertentu. Angka alamat disini saat ini umumnya diperguhakan sebagai alamat IP multicast. Alamat multicast dipakai untuk alamat semua grup komputer pada satu waktu.Alamat multicast mengindentifikasikan sebuah grup komputer yang melakukan sharing protokol umum sebagai lawan dari grup komputer yang melakukan sharing nework. 
Tampaknya seperti rumit, tetapi karena adanya penulisan alamat IP memakai bilangan desimal (0-255), maka keruwetan itu tidak terlihat. Secara sederhana bisa dilihat ketentuan pemisahan kelas network seperti berikut ini:

Kurang dari 128 adalah alamat kelas , byte pertama adalah bilangan network, tiga byte berikutnya adalah alamat host.
Dari 128 sampai 191 adalah alamat kelas B, dua byte pertama sebagai alamat network, dan dua byte terakhir sebagai alamat host.
Dari 192 sampai 223 adalah alamat kelas C, tiga byte pertama sebagai alamat network, dan byte terakhir sebagai alamat host.
Lebih besar dari 223 adalah alamat reserved dan bisa kita abaikan (tidak dipergunakan).
Contoh :

Sebuah network memiliki alamat IP 026.104.0.19. Ini bisa ditulis juga dg 26.104.0.19. menjelaskan adanya host dengan alamat IP nomor 104.0.19 dalam network 26 yang termasuk kelas A.
Alamat IP 128.66.12.1. menunjukan alamat IP host 12.1 didalam network nomor 128.66 yang termasuk kelas B.
Alamat IP 167.205.23.14 menunjukan alamat IP host nomor 23.14 didalam network nomor 167.205 yang termasuk dalam kelas B.

Datagram
Protokol TCP/IP dibuat untuk mengirimkan data melalui ARPANET, yang merupakan sebuah saklar paket network. Sebuah packet adalah sebuah blok data yang didalamnya ada informasi yang harus dikirim atau diterima. Dalam kehidupan sehari hari, ini sama dengan sebuah surat yang dikirim via pos, dimana alamat harus dituliskan diatas amplop. Sebuah saklar paket network, memakai alamat informasi didalam paket itu untuk mengarahkan paket dari satu fisik jaringan komputer ke jaringan lainnya, memindahkan nya sesuai dengan tujuannya. Setiap paket melalui jaringan komputer secara independen, satu paket dan paket lainnya tidak berhubungan.
Datagram adalah format paket yang ditentukan oleh IP. Alamat tujuan merupakan alamat IP 32 bit standar yang mengidentifikasi network tujuan an host tertentu disana. Jika alamat tujuan adalah alamat sebuah host dalam jaringan komputer lokal, paket dikirim secara langsung ke tujuan. Jika alamat tujuan bukanlah host dalam jaringan komputer lokal, maka paket data akan dikirim melalui sebuah gateway. Gateway adalah perangkat keras yang mengarahkan paket data diantara fisik jaringan komputer yang berbeda. Langkah memilih gateway yang mana yang akan dipergunakan disebut membuat ruting. IP membuat ruting sendiri untuk setiap paket data.

Datagram Ruting
Sebuah gateway Internet umumnya berupa sebuah ruter IP sebab perangkat ini memakai Interent Protokol untuk melalukan paket data diantara jaringan komputer. Dulu dikenal dua jenis perangkat untuk jaringan komputer yaitu gateway dan host. gateway meneruskan paket data diantara jaringan komputer dan host tidak melakukannya. Namun, jika sebuah host tersambung ke lebih dari satu buah jaringan komputer (disebut multihomed host), itu dapat meneruskan paket data diantara jaringan komputer. Pada saat host seperti ini mulai meneruskan paket data, host itu berperan seperti sebuah gateway dan terlihat sebagai sebuah gateway. Terminologi komunikasi data saat ini kadang kadang membuat pembatasan antara gateway dan router, namun dalam uraian ini dipergunakan terminologi gateway dan pertukaran ruter IP.
Sebuah sistem jaringan komputer hanya akan mengirim dan menerima data dari perangkat keras yang tersambung didalamnya. Misalkan ada sebuah jaringan terdiri dari host A, gateway X, gateway Y dan host B. Host A dan gateway X membentuk network A, gateway X dan gateway Y membentuk network B, sedangkan gateway Y dan host B membentuk network C. Paket dari host A yang ditujukan ke host B, akan diteruskan melalui gateway X dan gateway Y. Host A pertama kali mengirim paket ke gateway X, disini gateway X dan host A merupakan sebuah network A. Gateway X meneruskan paket data ke gateway Y melalui network B. Kemudian gateway Y meneruskan paket data langsung ke host B melalui network C.
Host A tidak memiliki data gateway Y. Host A mengirim paket ke alamat tujuan melalui network B dan C. Alamat network ini tercatat dalam tabel ruting dalam gateway X. Sehngga walaupun host A tidak memiliki data tentang gateway Y, data masih bisa terkirim ke host B melalui network B dan C.  Begitu pula yang dilakukan Host B akan mengirim paket ke gateway Y agar oleh gateway bisa mengarahkan pengiriman data ke alamat tujuan yang berada di network lain.


Palapa C Sebuah Satelit Komunikasi Komputer


Dua generasi satelit Palapa telah diluncurkan untuk memenuhi kebutuhan saluran komunikasi di Nusantara yang kian hari terasa kian meningkat. Tak terelakkan lagi bahwa satelit komunikasi Palapa telah menjadi inti sistem komunikasi di negara kepulauan terbesar di muka bumi ini. Saat ini penggunaan komputer di Indonesia semakin meningkat. Terbukanya saluran komunikasi jarak jauh antar komputer akan mempercepat pertukaran informasi. Hal ini akan menaikkan produktivitas kerja yang akhirnya akan memperlancar jalannya roda pembangunan.
            Mesin pintar komputer telah membuka dimensi baru dalam pemrosesan data maupun laporan-laporan. Percepatan dalam pengiriman data dan laporan antar bagian perkantoran akan meningkatkan efisiensi kerja. Berbagai teknik pengiriman data antar komputer telah pula dikembangkan. Teknik ini pada dasarnya hanya berupa proses pengiriman file-file komputer secara elektronis melalui saluran komunikasi yang ada, seperti telepon atau radio. Berdasarkan prinsip yang sederhana ini, dikembangkan komputer yang dapat berperan sebagai kotak pos-kotak pos elektronis. Kotak pos elektronis berfungsi untuk menerima dan mengirim surat-surat secara elektronis melalui media telepon atau radio.
            Khususnya untuk negara kepulauan seperti Indonesia, sistem komunikasi satelit sangat membantu memperlancar hubungan komunikasi. Secara umum ada tiga buah pendekatan dalam menggunakan satelit sebagai sarana penghubung dalam jaringan komputer. Pendekatan pertama adalah dengan menggunakan relay (transponder) dalam satelit. Dua pendekatan lainnya adalah dengan menggunakan komputer dalam satelit untuk memproses informasi yang diterima sebelum dikirim kembali ke bumi.
            Ketiga konsep diatas sebetulnya telah beberapa lama diterapkan pada satelit PACSAT yang dibuat dan diluncurkan oleh organisasi Amatir Satelit (AMSAT) di Amerika Serikat dimana salah satu dari penulis (OWP) adalah anggotanya. Satelit ini berorbit rendah (800 km dari permukaan bumi) dalam bentuk orbit polar (bukan geostationer seperti Palapa). Perangkat pemancar yang umum dimiliki oleh para amatir radio dapat digunakan untuk mencapai PACSAT karena rendahnya orbit yang digunakan. Tukar menukar berita menggunakan komputer antara amatir radio di berbagai penjuru dunia dilakukan dengan menggunakan kotak pos elektronis yang ada dalam PACSAT. Kotak pos elektronis ini dibangun menggunakan prossesor mikro 80286 seperti yang ada pada komputer mikro kelas PC/AT.
            Adanya jaringan komputer biaya murah menggunakan radio yang dibantu satelit di amatir radio telah memperlancar jalannya informasi. Berbagai hal mengenai teknis pembuatan dan pengoperasian jaringan komputer menggunakan radio didiskusikan dalam berbagai kelompok diskusi elektronis yang ada di jaringan komputer amatir radio. Sifat amatir radio yang terbuka akan hal-hal teknis, menyingkap banyak hal-hal teknis dalam pembuatan peralatan maupun pengoperasian jaringan komputer. Hal ini secara tidak langsung memperlancar terjadinya alih teknologi dari negara maju ke negara-negara berkembang.
            Selain untuk keperluan amatir radio, saat ini PACSAT digunakan oleh organisasi VITA sebagai sarana untuk pendidikan jarak jauh ke negara-negara berkembang. Dalam hal ini, informasi pendidikan dikirim oleh pemancar di salah satu negara maju untuk kemudian diambil oleh komputer penerima di negara tujuan.
            Peralatan elektronis yang digunakan dalam satelit komunikasi PACSAT bukanlah peralatan yang amat sangat canggih. Sebagian bahkan merupakan komponen-komponen elektronis yang cukup mudah diperoleh di Indonesia. Demikian pula peralatan stasiun bumi yang digunakan adalah perangkat amatir radio yang umum dimiliki oleh kebanyakan amatir radio di Indonesia. Tentunya tidak mustahil bila konsep PACSAT nantinya dapat diterapkan dalam generasi penerus satelit Palapa C.
            Pada proses pengiriman surat elektronis, sistem pengalamatan memegang peranan yang cukup penting. Hal ini diperlukan agar kotak pos pengirim dapat mengetahui secara otomatis alamat kotak pos tujuan. Prinsip kode pos digunakan dalam jaringan komputer untuk menentukan alamat kotak pos elektronis. Setiap komputer kotak pos elektronis mempunyai kode pos elektronis tertentu yang lain daripada yang lain. Daftar keseluruhan kode pos elektronis tersimpan dalam komputer kotak pos elektronik. Hal ini diperlukan untuk menentukan jalur yang harus ditempuh dalam jaringan komputer pada saat mengirim surat elektronis. Tentunya untuk jaringan komputer yang terkait secara internasional, penentuan kode pos elektronis harus terkoordinasi secara terpusat.
            Pada jaringan komputer yang besar digunakan tatanan komunikasi yang mempunyai banyak kelebihan disamping fasilitas kode pos elektronis di atas. Saat ini, sebagian besar jaringan komputer di dunia menggunakan tatanan komunikasi (protokol) TCP/IP. TCP/IP merupakan protokol dalam jaringan komputer yang awalnya digunakan di Amerika Serikat sekitar sepuluh tahun lalu. Saat ini, TCP/IP merupakan salah satu protokol terpenting dalam jaringan komputer di dunia. Penentuan kode pos elektronis TCP/IP dan standarisasi protokol TCP/IP dilakukan secara terpusat di nic.ddn.mil di Palo Alto, pantai barat Amerika Serikat.
            TCP/IP mengatur secara otomatis pencarian alamat komputer tujuan dalam jaringan dan juga membuka hubungan komunikasi dengan komputer tujuan. Pada saat proses komunikasi berlangsung, keandalan dikendalikan secara seksama oleh TCP/IP dengan melihat kondisi jaringan. Selain untuk mengirim surat elektronis, TCP/IP dapat digunakan untuk menghubungkan berbagai jaringan komputer lokal (LAN) di gedung-gedung ke jaringan lainnya yang berjauhan melalui telepon atau radio. TCP/IP dapat bekerja tanpa tergantung pada jenis saluran penghubung maupun jenis komputer yang digunakan. Penggunaan seperti memasuki komputer yang berjauhan, pengendalian jaringan secara otomatis dan pengambilan file dapat dilakukan dengan mudah.
            Berawal dari pemikiran-pemikiran diatas, pada dasarnya ada tiga buah alternatif dalam menggunakan satelit dalam jaringan komputer. Alternatif ini merupakan cara yang umum digunakan di  jaringan komputer yang agak berbeda dengan jaringan telepon, misalnya telepon digital (ISDN). Cara yang paling sederhana adalah menggunakan relay (transponder) dalam satelit untuk menyampaikan informasi komputer di satu tempat ke tempat lain melalui stasiun bumi. Dalam hal ini, fungsi Palapa tidak berbeda dengan yang ada saat ini. Dua pilihan lainnya adalah dengan menggunakan komputer di dalam Palapa untuk berperan aktif dalam jaringan komputer.
            Pada sistem konvensional, sinyal dari komputer direlay oleh satelit tanpa dilakukan pemrosesan dalam satelit. Prinsip ini telah dicoba diterapkan dalam jaringan komputer PAKSATNET (Paket Satelit Network) yang dikembangkan oleh PT.INTI sekitar awal tahun 80-an. Protokol X.25 digunakan untuk mengatur proses komunikasi antara dua komputer dalam jaringan. Kelemahan metoda ini, komputer yang terhubung langsung pada satelit harus bekerja selama 24 jam. Jika salah satu komputer dimatikan niscaya hubungan ke komputer tersebut akan terputus. Keuntungan metoda ini, satelit Palapa dapat digunakan tanpa perlu dilakukan modifikasi. Di samping itu, jaringan PAKSATNET dapat menggunakan secara langsung jaringan SKDP yang juga menggunakan Protokol X.25.
            Pada tingkat lebih lanjut, jaringan komputer akan sangat dibantu jika komputer dalam satelit dilibatkan dalam proses komunikasi antar komputer di permukaan bumi. Dua alternatif dapat digunakan dalam proses ini. Alternatif pertama, komputer satelit berfungsi untuk menyimpan sementara informasi yang dikirim. Hal ini diperlukan untuk membuka kemungkinan jika komputer penerima di bumi belum siap menerima data maka data akan disimpan dalam satelit. Dengan kata lain, satelit Palapa berfungsi sebagai kotak pos elektronis ruang angkasa. Hal ini membuka kemungkinan agar komputer tujuan tidak selalu harus bersedia setiap saat.
            Alternatif kedua, menggunakan komputer satelit untuk berperan aktif dalam jaringan TCP/IP. Dalam hal ini, komputer dalam Palapa berfungsi seperti kantor telepon elektronis untuk komputer. Penggunaan TCP/IP membuka kemungkinan untuk memakai beberapa kanal komunikasi satelit yang ada sekaligus. Para pemakai di berbagai kanal komunikasi dapat berbicara satu dengan lainnya tanpa mengetahui bahwa sebetulnya kanal yang digunakan berbeda. Kesemuanya diatur secara otomatis oleh komputer dalam satelit. Dengan banyaknya fasilitas yang ada pada TCP/IP, berbagai penggunaan seperti kotak pos elektronis dan pengendalian jaringan secara otomatis dapat dilakukan. Penggabungan TCP/IP dengan satelit Palapa akan membuka wawasan jaringan komputer biaya murah menggunakan radio. Jaringan komputer ini dapat bekerja tanpa tergantung pada jenis komputer maupun saluran komunikasi yang digunakan.
            Berbagai lembaga penelitian dan industri seperti PAU Mikroelektronika, Puslitbang TELKOMA-LIPI, PT. INTI, IPTN dan banyak lagi telah sejak lama merintis dan mengembangkan kemampuan dalam membuat dan merancang peralatan elektronika. Di samping itu, PAU Mikroelektronika dan PIKSI-ITB cukup aktif dalam meneliti penggunaan perangkat lunak TCP/IP dalan jaringan komputer mereka. Dengan menaiknya kemampuan industri di Indonesia dalam merancang dan merakit peralatan elektronik, bukan hal yang mustahil untuk menerapkan konsep jaringan komputer menggunakan satelit pada generasi penerus satelit Palapa C. Jaringan ini dapat menjadi bagian integral dari jaringan komputer biaya murah menggunakan radio. Mudah-mudahan dengan didorong oleh berbagai lembaga penelitian dan industri mikroelektronika, kita dapat melihat perkembangan jaringan komputer dibantu satelit pada generasi penerus Palapa yang akan memperlancar roda pembangunan Indonesia.